Kisah Cinta dan Rindu Bilal bin Rabah

Langit Madinah kala itu mendung, bukan mendung biasa, tetapi mendung yang kental dengan kesuraman da...

Tahajud Perkuat Sistem Imun Tubuh

Sebagai umat muslim sudah pasti kita mengetahui tentang sholat tahajud tetapi mungkin sebagian besa...

Pengawasan dan Pembinaan Tim PTA Jayapura Pada Pengadilan Agama Wamena

Pada hari Senin, 20 April 2015, Pengadilan Agama Wamena (PA Wamena) mendapatkan kunjungan dinas d...

Tim Bawas Mahkamah Agung R.I berkunjung ke Pengadilan Agama Wamena

Pengadilan Agama Wamena kembali mendapat kunjungan pengawasan / pemeriksaan. Tepatnya, hari Sen...

MA KEMBALI RAIH OPINI WAJAR TANPA PENGECUALIAN DARI BPK

Tahun 2014 ditutup dengan manis oleh MA melalui opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pe...

Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Pejabat Panitera, Sekretaris dan Kasubbag pada Pengadilan Agama Wamena

{jcomments on}Bertempat di ruang kantor Pengadilan Agama Wamena, pada hari Rabu, 30 Desember 2015, K...

Rapat Evaluasi Kerja Dan Pembahasan Program Kerja Tahun 2016 Pada Pengadilan Agama Wamena

{jcomments on} Rabu, 6 Januari 2016, bertempat di ruang rapat, seluruh aparat Pengadilan Agama (PA)...

Pengambilan Sumpah PNS pada Pengadilan Agama Wamena

Pada hari senin, 25 Januari 2016 bertempat di Aula Kantor Pengadilan Agama (PA) Wamena, dilaksanaka...

PA Wamena Kembali Melepas ‘Amunisi’ Terbaiknya

“Dari secarik kertas kita bertemu, dan dengan secarik kertas pula kita berpisah”. Kira-kira kalimat ...

Sosialisasi dan DDTK Aplikasi SIPP di PA Wamena

Menindaklanjuti surat Direktur Jendaral Badan Peradilan Agama mengenai Implementasi Aplikasi Sist...

Pengantar Tugas Wakil Ketua PA Wamena menjadi Ketua PA Arso

Bertempat di Aula Pengadilan Agama Wamena, pada hari Kamis, tanggal 24 Maret 2016 dipimpin oleh Ket...

Pembinaan dan Pengawasan Reguler Tahun 2016 PTA Jayapura Pada PA Wamena

Meskipun harus menunggu hampir 5 jam diakibatkan keterlambatan penerbangan menuju Wamena, akhirnya ...

Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Wakil Ketua PA Wamena

Pada hari Kamis, tanggal 22 September 2016, Siti Hanifah, S.Ag., M.H. resmi menjabat sebagai Wakil K...

Pengawasan dan Pembinaan PTA Jayapura Pada PA Wamena Tahun 2017

Pada hari Rabu 29 Maret 2017, Pengadilan Agama (PA) Wamena kembali dikunjungi oleh tim pengawasan da...

Sidang di Luar Gedung Pengadilan Pada Distrik Walesi dan Distrik Asotipo

Guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan, khususnya masyarakat yang mengalami ...

Pemantapan Penggunaan Aplikasi E-LLK Pada PA Wamena

Sebagai salah satu agenda kerja tahun 2018 dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas SDM aparatur Pe...

PEMBATALAN PERKAWINAN

PEMBATALAN PERKAWINAN MENURUT BW DAN UU NOMOR 1 TAHUN 1974 Oleh : Hanifah-Hanif   PENDA...

Penjelasan Tentang Bantuan Hukum (Posbakum)

Berdasarkan Undang-Undang No 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum,  Pasal 1 (1) dinyatakan bahwa...

  • Kisah Cinta dan Rindu Bilal bin Rabah

    Senin, 10 Februari 2014 08:44
  • Tahajud Perkuat Sistem Imun Tubuh

    Senin, 10 Februari 2014 09:27
  • Pengawasan dan Pembinaan Tim PTA Jayapura Pada Pengadilan Agama Wamena

    Rabu, 22 April 2015 15:46
  • Tim Bawas Mahkamah Agung R.I berkunjung ke Pengadilan Agama Wamena

    Kamis, 07 May 2015 21:46
  • MA KEMBALI RAIH OPINI WAJAR TANPA PENGECUALIAN DARI BPK

    Senin, 15 Juni 2015 21:36
  • Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Pejabat Panitera, Sekretaris dan Kasubbag pada Pengadilan Agama Wamena

    Kamis, 31 Desember 2015 05:59
  • Rapat Evaluasi Kerja Dan Pembahasan Program Kerja Tahun 2016 Pada Pengadilan Agama Wamena

    Rabu, 06 Januari 2016 22:02
  • Pengambilan Sumpah PNS pada Pengadilan Agama Wamena

    Kamis, 28 Januari 2016 10:57
  • PA Wamena Kembali Melepas ‘Amunisi’ Terbaiknya

    Kamis, 04 Februari 2016 15:45
  • Sosialisasi dan DDTK Aplikasi SIPP di PA Wamena

    Senin, 04 April 2016 14:17
  • Pengantar Tugas Wakil Ketua PA Wamena menjadi Ketua PA Arso

    Senin, 04 April 2016 15:16
  • Pembinaan dan Pengawasan Reguler Tahun 2016 PTA Jayapura Pada PA Wamena

    Rabu, 11 May 2016 14:46
  • Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Wakil Ketua PA Wamena

    Senin, 26 September 2016 09:58
  • Pengawasan dan Pembinaan PTA Jayapura Pada PA Wamena Tahun 2017

    Jumat, 31 Maret 2017 16:49
  • Sidang di Luar Gedung Pengadilan Pada Distrik Walesi dan Distrik Asotipo

    Senin, 10 April 2017 16:09
  • Pemantapan Penggunaan Aplikasi E-LLK Pada PA Wamena

    Rabu, 18 April 2018 16:10
  • PEMBATALAN PERKAWINAN

    Kamis, 12 Juli 2018 11:37
  • Penjelasan Tentang Bantuan Hukum (Posbakum)

    Senin, 20 Agustus 2018 23:01

Ketua

Banner

Menu Website

Pencarian

Terjemah Website

English Arabic Chinese (Traditional) Hindi Indonesian Japanese Urdu

SIPP PA Wamena

SIPP

Home Lembah Baliem Bakar Batu

Bakar Batu

Tulisan

Salah satu upacara yang cukup penting bagi suku-suku di Wamena adalah apa yang dinamakan upacara bakar batu, sebuah ritual tradisional Papua yang dilakukan sebagai upacara kematian, pernikahan, atau penyambutan tamu agung. Upacara ini juga dilakukan untuk pendalamaian setelah terjadi suku-suku yang berperang. Seluruh warga berkumpul dalam upacara ini dan menyantap hidangan yang telah dimasak dengan menggunakan batu yang dibakar. Sebenarnya ritual ini tujuannya mirip dengan selamatan atau kendurian di Pulau Jawa. Bakar batu atau sering dikenal dengan sebutan barapen adalah budaya memasak yang telah dilakukan sejak Zaman dahulu hingga sekarang oleh penduduk yang bermukim di Lembah Baliem ini. Tidak hanya di Lembah Baliem, bakar batu dilakukan juga oleh hampir sebagian suku-suku yang berada di sepanjang jalur Pegunungan Tengah Papua yang meliputi wilayah Nabire, Puncak Jaya hingga ke Papua Ne Guinea (PNG).

Untuk masyarakat suku Dani, Upacara bakar batu ini diawali dengan membantai banyak babi, biasanya dengan melesatkan anak panah kepada babi-babi itu. Apabila itu adalah upacara kematian, maka biasanya beberapa kerabat keluarga yang berduka membawa babi sebagai lambang belasungkawa untuk upacara bakar batu. Atau membawa bungkusan berisi tembakau, rokok keretek, minyak goreng, garam, gula, kopi, dan ikan asin. Tak lupa, ketika mengucapkan belasungkawa masing-masing harus berpelukan erat dan berciuman pipi.

 

Sementara itu para wanita mengumpulkan batu dari sungai kecil dan membakarnya dengan kayu besi sampai membara. Di pinggiran kali tempat berlangsungnya acara memasak, sudah berkumpul puluhan orang, sebagian besar wanita, karena mereka yang paling berperan dalam memasak. Setelah itu beberapa lelaki menggali lubang dan yang lainnya mulai memasukkan alang-alang. Caranya adalah dengan menghamparkan memanjang pada lubang dan ujungnya berada di luar lubang membentuk semacam keranjang. Setelah itu kemudian diisi dengan batu, dan dilapisi lagi dengan alang-alang. Di atas alang-alang kemudian dimasukkan daging babi yang sudah dipotong-potong tanpa dikuliti. Kemudian ditutup lagi dengan rerumputan. Diatas rerumputan ini kemudian ditutup lagi dengan batu membara, dan dilapisi lagi dengan rerumputan tebal. Setelah itu hipere (ubi jalar), disusun diatasnya. Lapisan berikutnya adalah rumput atau alang-alang yang ditimbun lagi dengan batu membara. Kemudian sayuran berupa iprika atau daun hipere, tirubug (daun singkong), kopae (daun pepaya), nahampun (labu parang); dan towabug atau hopak (jagung). Belum selesai sampai disini, beberapa wanita kemudian memasukkan potongan barugum atau buah. Selanjutnya lubang ini ditimbun lagi dengan rumput, batu membara, dan atasnya diikat. Selesai sudah, tinggal menunggu matang.

Hanya sekitar 90 menit saja, masakan sudah matang rupanya. Barulah para wanita pemasak membongkar rumput penutup lubang bakar batu. Ketika rumput terbuka, uap pun membumbung tinggi menyebarkan aroma daging babi dan ubi serta sayuran lain. Bahan makanan yang sudah matang tadi kemudian dikeluarkan satu persatu, dan dihamparkan diatas rerumputan. Ubi jalar Wamena terkenal sangat manis, pulen, dan berserat lembut. Dagingnya pun kering, tidak basah seperti kalau direbus, dan jauh lebih manis dari ubi Cilembu yang terkenal. Banyak yang mulai menyantap jagung muda dan ubi sebagai hidangan pembuka. Sementara para koki meneruskan pekerjaannya.

Setelah semua komponen bakar batu berhasil dikeluarkan, kemudian salah seorang koki mengambil buah merah yang sudah matang. Buah merah tadi kemudian diremas-remas sampai keluar pastanya. Pasta dari buah merah yang lebih mirip saos kental tadi kemudian dituangkan diatas daging babi dan sayuran. Garam ditaburkan, dan  penyedap rasa juga ditaburkan di atas hidangan. Selesai dibumbui, maka semua penduduk pun berkerumun mengelilingi hidangan ini. Kepala Suku terlebih dahulu mendapat jatah berupa ubi dan sebongkah daging babi. Selanjutnya semua mendapat jatah yang dibagikan oleh para wanita. Maka penduduk pun mulai menyantap hasil upacara bakar batu. Hipere, nahampun dan hopak sebagai menu pokoknya. Daging babi tentu saja sebagai lauk, dan iprika, tirubug, dan kopae sebagai salad, dengan siraman pasta barugum sebagai sauce nya. Wah, sedapnya luar biasa , Hanomotok!

Asal tahu saja, biaya melakukan upacara bakar batu ini tidaklah murah, karena babi yang dipotong bisa berjumlah puluhan hingga ratusan. Jadi membuat perdamaian dari suku-suku yang bertikai bisa menghabiskan biaya yang cukup mahal. Wah wah wah, sebuah pesta adat ternyata menghabiskan biaya yang besar, mulai dari ratusan juta hingga miliaran. Tidak percaya? Mengapa tidak mengunjungi langsung saja Wamena dan menikmati kebersamaan kalau-kalau sedang diadakan upacara Bakar Batu.

Teguh Priyantoro, Kebudayaan Lembah Baliem Kabupaten Jayawijaya, Ilmu Budaya Dasar, Teknik Informatika UIN Maliki Malang 2008.

Terakhir Diperbaharui (Selasa, 19 Maret 2013 10:00)

 

Add comment


Security code
Refresh

Hakim dan Pegawai

Please wait while JT SlideShow is loading images...
Photo Title 1Photo Title 2Photo Title 3Photo Title 4Photo Title 5

Kalender

«  Desember 2018  »
SSRKJSM
12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini131
mod_vvisit_counterKemarin468
mod_vvisit_counterMinggu Ini1072
mod_vvisit_counterMinggu Lalu2823
mod_vvisit_counterBulan Ini7557
mod_vvisit_counterBulan lalu10418
mod_vvisit_counterKeseluruhan3968831

Pengunjung Online

Kami punya 14 tamu online

Pengguna