Ketua

Banner

Menu Website

Pencarian

Terjemah Website

English Arabic Chinese (Traditional) Hindi Indonesian Japanese Urdu

Seputar PTA Jayapura

Home Artikel Kisah Cinta dan Rindu Bilal bin Rabah

Kisah Cinta dan Rindu Bilal bin Rabah

Tulisan

Langit Madinah kala itu mendung, bukan mendung biasa, tetapi mendung yang kental dengan kesuraman dan kesedihan.

Seluruh manusia bersedih, burung-burung enggan berkicau, daun dan mayang kurma enggan melambai, angin enggan berhembus, bahkan matahari enggan nampak.

Seakan-akan seluruh alam menangis, kehilangan sosok manusia yang diutus sebagai rahmat sekalian alam.

Di salah satu sudut Masjid Nabawi, sesosok pria yang legam kulitnya menangis tanpa bisa menahan tangisnya.

Waktu shalat telah tiba. Bilal bin Rabah, pria legam itu, beranjak menunaikan tugasnya yang biasa: mengumandangkan adzan.

Allahu Akbar, Allahu Akbar.
Suara beningnya yang indah nan lantang terdengar di seantero Madinah. Penduduk Madinah beranjak menuju masjid.

Masih dalam kesedihan, sadar bahwa pria yang selama ini mengimami mereka tak akan pernah muncul lagi dari biliknya di sisi masjid.
Asyhadu anla ilaha illallah, Asyhadu anla ilaha ilallah.
Suara bening itu kini bergetar. Penduduk Madinah bertanya-tanya, ada apa gerangan. Jamaah yang sudah berkumpul di masjid melihat tangan pria legam itu bergetar tak beraturan.
Asy…hadu.. an..na.. M..Mu..mu..hammmad. ..

Suara bening itu tak lagi terdengar jelas. Kini tak hanya tangan Bilal yang bergetar hebat, seluruh tubuhnya gemetar tak beraturan, seakan-akan ia tak sanggup berdiri dan bisa roboh kapanpun juga.

Wajahnya sembab. Air matanya mengalir deras, tidak terkontrol. Air matanya membasahi seluruh kelopak, pipi, dagu, hingga jenggot.
Tanah tempat ia berdiri kini dipenuhi oleh bercak-bercak bekas air matanya yang jatuh kebumi.

Seperti tanah yang habis di siram rintik- rintik air hujan. Ia mencoba mengulang kalimat adzannya yang terputus kalimat dari dua kalimat syahadat. Kalimat persaksian bahwa Muhammad bin Abdullah adalah Rasul ALLAH.
Asy…ha..du. .annna…
Kali ini ia tak bisa meneruskan lebih jauh. Tubuhnya mulai limbung. Sahabat yang tanggap menghampirinya, memeluknya dan meneruskan adzan yang terpotong.
Saat itu tak hanya Bilal yang menangis, tapi seluruh jamaah yang berkumpul di Masjid Nabawi, bahkan yang tidak berada di masjid ikut menangis.

Mereka semua merasakan kepedihan ditinggal Kekasih ALLAH untuk selama-lamanya.
Semua menangis, tapi tidak seperti Bilal. Tangis Bilal lebih deras dari semua penduduk Madinah.
Tak ada yang tahu persis kenapa Bilal seperti itu, tapi Abu Bakar ash-Shiddiq ra. tahu. Ia pun membebas tugaskan Bilal dari tugas mengumandangkan adzan.

Saat mengumandangkan adzan, tiba-tiba kenangannya bersama Rasulullah SAW berkelabat tanpa ia bisa membendungnya. Ia teringat bagaimana Rasulullah SAW memuliakannya di saat ia selalu terhina, hanya karena ia budak dari Afrika. Ia teringat bagaimana Rasulullah SAW menjodohkannya.

Saat itu Rasulullah meyakinkan keluarga mempelai wanita dengan berkata, “Bilal adalah pasangan dari surga, nikahkanlah saudari perempuanmu dengannya.”

Pria legam itu terenyuh mendengar sanjungan Sang Nabi akan dirinya, seorang pria berkulit hitam, tidak tampan, dan mantan budak.

Kenangan-kenangan akan sikap Rasul yang begitu lembut pada dirinya berkejar-kejaran saat ia mengumandangkan adzan.

 

Ingatan akan sabda Rasul, “Bilal, istirahatkanlah kami dengan shalat.” lalu ia pun beranjak adzan, muncul begitu saja tanpa ia bisa dibendung. Kini tak ada lagi suara lembut yang meminta istirahat dengan shalat.


Bilal pun teringat bahwa ia biasanya pergi menuju bilik Nabi yang berdampingan dengan Masjid Nabawi setiap mendekati waktu shalat.

Di depan pintu bilik Rasul, Bilal berkata, “Saatnya untuk shalat, saatnya untuk meraih kemenangan.Wahai Rasulullah, saatnya untuk shalat.”

Kini tak ada lagi pria mulia di balik bilik itu yang akan keluar dengan wajah yang ramah dan penuh rasa terima kasih karena udah diingatkan akan waktu shalat.

Bilal teringat, saat shalat ‘Ied dan shalat Istisqa’ ia selalu berjalan di depan Rasulullah dengan tombak di tangan menuju tempat diselenggarakan shalat.

Salah satu dari tiga tombak pemberian Raja Habasyah kepada Rasulullah SAW. Satu diberikan Rasul kepada Umar bin Khattab ra., satu untuk dirinya sendiri, dan satu ia berikan kepada Bilal.

Kini hanya tombak itu saja yang masih ada, tanpa diiringi pria mulia yang memberikannya tombak tersebut.

Hati Bilal makin perih. Seluruh kenangan itu bertumpuk-tumpuk, membuncah bercampur dengan rasa rindu dan cinta yang sangat pada diri Bilal.

Bilal sudah tidak tahan lagi. Ia tidak sanggup lagi untuk mengumandangkan adzan. Abu Bakar tahu akan perasaan Bilal.

Saat Bilal meminta izin untuk tidak mengumandangkan adzan lagi, beliau mengizinkannya. Saat Bilal meminta izin untuk meninggalkan Madinah, Abu Bakar kembali mengizinkan.

Bagi Bilal, setiap sudut kota Madinah akan selalu membangkitkan kenangan akan Rasul, dan itu akan semakin membuat dirinya merana karena rindu. Ia memutuskan meninggalkan kota itu.

Ia pergi ke Damaskus bergabung dengan mujahidin di sana.
Madinah semakin berduka. Setelah ditinggal al-Musthafa, kini mereka ditinggal pria legam mantan budak tetapi memiliki hati secemerlang cermin. Jazirah Arab kembali berduka.

Kini sahabat terdekat Muhammad SAW, khalifah pertama, menyusulnya ke pangkuan Ilahi. Pria yang bergelar Al-Furqan menjadi penggantinya.

Umat Muslim menaruh harapan yang besar kepadanya. Umar bin Khattab berangkat ke Damaskus, Syria. Tujuannya hanya satu, menemui Bilal dan membujuknya untuk mengumandangkan adzan kembali.

Setelah dua tahun yang melelahkan; berperang melawan pembangkang zakat, berperang dengan mereka yang mengaku Nabi, dan berupaya menjaga keutuhan umat; Umar berupaya menyatukan umat dan menyemangati mereka yang mulai lelah akan pertikaian.

Umar berupaya mengumpulkan semua muslim ke masjid untuk bersama-sama merengkuh kekuatan dari Yang Maha Kuat. Sekaligus kembali menguatkan cinta mereka kepada Rasul-Nya.

Umar membujuk Bilal untuk kembali mengumandangkan adzan. Bilal menolak, tetapi bukan Umar namanya jika khalifah kedua tersebut mudah menyerah.

Ia kembali membujuk dan membujuk. “Hanya sekali”, bujuk Umar. “Ini semua untuk umat. Umat yang dicintai Rosululloh, umat yang dipanggil Rosululloh saat sakaratul mautnya. Begitu besar cintamu kepada Rosululloh, maka tidakkah engkau cinta pada umat yang dicintai Rosululloh..?”

 

Bilal tersentuh. Ia menyetujui untuk kembali mengumandangkan adzan. Hanya sekali, saat waktu Subuh..Hari saat Bilal akan mengumandangkan adzan pun tiba.

Berita tersebut sudah tersiar ke seantero negeri. Ratusan hingga ribuan kaum muslimin memadati masjid demi mendengar kembali suara bening yang legendaris itu.

Allahu Akbar, Allahu Akbar Asyhadu anla ilaha illallah, Asyhadu anla ilaha
illallah Asyhadu anna Muhammadarrasulullah.

Sampai di sini Bilal berhasil menguatkan dirinya. Kumandang adzan kali itu beresonansi dengan kerinduan Bilal akan Sang Rasul, menghasilkan senandung yang indah lebih indah dari karya maestro komposer ternama masa modern mana pun jua.

Kumandang adzan itu begitu menyentuh hati, merasuk ke dalam jiwa, dan membetot urat kerinduan akan Sang Rasul. Seluruh yang hadir dan mendengarnya menangis secara spontan.
Asyhadu anna Muhammadarrasulullah.

Kini getaran resonansinya semakin kuat. Menghanyutkan Bilal dan para jamaah di kolam rindu yang tak berujung. Tangis rindu semakin menjadi-jadi. Bumi Arab kala itu kembali basah akan air mata.

Hayya ‘alash-shalah, hayya ‘alash-shalah.

Tak ada yang tak mendengar seruan itu kecuali ia berangkat menuju masjid.

Hayya `alal-falah, hayya `alal-falah.

Seruan akan kebangkitan dan harapan berkumandang. Optimisme dan harapan kaum muslimin meningkat dan membuncah.

Allahu Akbar, Allahu Akbar Allah-lah Yang Maha Besar, Maha Perkasa dan
Maha Berkehendak.

Masihkah kau takut kepada selain-Nya? Masihkah kau berani menentang perintah-Nya?

La ilaha illallah Tiada tuhan selain ALLAH.

Tahun 20 Hijriah. Bilal terbaring lemah di tempat tidurnya. Usianya saat itu 70 tahun. Sang istri di sampingnya tak bisa menahan kesedihannya. Ia menangis, menangis dan menangis. Sadar bahwa sang suami tercinta akan segera menemui Rabbnya.

“Jangan menangis,” katanya kepada istri. “Sebentar lagi aku akan menemui Rasulullah SAW dan sahabat-sahabatku yang lain. Jika ALLAH mengizinkan, aku akan bertemu kembali dengan mereka esok hari.”

Esoknya ia benar-benar sudah dipanggil ke hadapan Rabbnya. Pria yang suara langkah terompahnya terdengar sampai surga saat ia masih hidup, Pria yang suara dan kumandang adzannya membuat para malaikat sujud dan membuat arasy berguncang kini berada dalam kebahagiaan yang amat sangat.

Ia bisa kembali bertemu dengan sosok yang selama ini ia rindukan. Ia bisa kembali menemani Rasulullah, seperti sebelumnya saat masih di dunia….

yaaaa Allah sampaikan iman dan rasa cinta bilal di dalam hati kami…

Sumbernya Klik Di Sini.

Terakhir Diperbaharui (Senin, 10 Februari 2014 08:50)

 

Add comment


Security code
Refresh

Pegawai PA Wamena Turun Ke Jalan

  Langkah kaki yang serentak di jalanan serta suara keramaian canda tawa, itulah yang terjadi saat ...

Pegunungan Tengah Jayawijaya

Propinsi Papua adalah salah satu propinsi di Indonesia dengan luas wilayah 416.000 km2 atau tiga k...

Menu Website

Mohon maaf, isi dari beberapa menu website sedang dalam perbaikan. Terima kasih atas kunjungan anda.

Bakar Batu

Salah satu upacara yang cukup penting bagi suku-suku di Wamena adalah apa yang dinamakan upac...

Pegawai Pengadilan Agama Wamena Melepas Beban Pekerjaan

Setelah sekian lama disibukkan dengan tugas dan pekerjaan yang tak kunjung usai, akhirnya kemar...

Jum'at Bersih

Rumput tercukur, sampah terbuang, tanah tercangkul, lantai tersapu, kamar mandi tersikat, ...

Bekerja dan Berdo’a

  Adzan merdu berkumandang memanggil setiap insan yang tengah sibuk beraktivitas. Itulah suasana in...

Pengadilan Agama Wamena Diperiksa

Pimpinan Pengadilan Tinggi Agama Jayapura adalah selaku pejabat yang bertanggung jawab untu...

Tim Pengawas PTA Jayapura Memasuki Gua Terpanjang Di Dunia

Kurang sempurna rasanya jika kita yang berkunjung atau berdomisili di Tanah Papua, tidak meng...

Jantung Pegawai PA Wamena Berdetak Kencang

Dag…dig…dag…dig… bunyi jantung yang berdetak kencang di halaman Pengadilan Agama Wamena Jum’at ...

Agama dan Kepercayaan

Masyarakat di lembah baliem, adalah masyarakat yang hidup di daerah pedalaman dan sangat jauh d...

Selamat Jalan Wamena, Selamat Datang Sorong

Suasana haru pagi tadi (11/6/13) mewarnai keindahan langit cerah Kota Wamena. Ucapan selamat da...

Rakerda Resmi Dibuka

Rakerda Pengadilan Agama Se-wilayah Hukum PTA Jayapura di Sorong dilaksanakan di aula Pepito, Hot...

Kehidupan Sosial Budaya Masyarakat Pegunungan Tengah Papua

Pada umumnya kabupaten Jayawijaya dan umumnya kabupaten pemekaran hidup dengan bertani, berkebu...

Rakerda Resmi Ditutup

Bertempat di Aula Pepito Hotel Mariat Sorong pada tanggal 14 Juni 2013 Rapat Kerja Daerah dan Bi...

Tafakur Alam Menyambut Ramadhan

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat ta...

Tadarus Ramadhan

Marhaban ya Ramadan, selamat datang bulan Ramadan, bulan penuh rahmat dan ampunan ...

Kisah Cinta dan Rindu Bilal bin Rabah

Langit Madinah kala itu mendung, bukan mendung biasa, tetapi mendung yang kental dengan kesuraman da...

Tahajud Perkuat Sistem Imun Tubuh

Sebagai umat muslim sudah pasti kita mengetahui tentang sholat tahajud tetapi mungkin sebagian besa...

Pengawasan dan Pembinaan Tim PTA Jayapura Pada Pengadilan Agama Wamena

Pada hari Senin, 20 April 2015, Pengadilan Agama Wamena (PA Wamena) mendapatkan kunjungan dinas d...

Tim Bawas Mahkamah Agung R.I berkunjung ke Pengadilan Agama Wamena

  Pengadilan Agama Wamena kembali mendapat kunjungan pengawasan / pemeriksaan. Tepatnya, hari Se...

MA KEMBALI RAIH OPINI WAJAR TANPA PENGECUALIAN DARI BPK

Tahun 2014 ditutup dengan manis oleh MA melalui opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pe...

Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Pejabat Panitera, Sekretaris dan Kasubbag pada Pengadilan Agama Wamena

{jcomments on}Bertempat di ruang kantor Pengadilan Agama Wamena, pada hari Rabu, 30 Desember 2015, K...

Rapat Evaluasi Kerja Dan Pembahasan Program Kerja Tahun 2016 Pada Pengadilan Agama Wamena

{jcomments on} Rabu, 6 Januari 2016, bertempat di ruang rapat, seluruh aparat Pengadilan Agama (PA)...

Pengambilan Sumpah PNS pada Pengadilan Agama Wamena

Pada hari senin, 25 Januari 2016 bertempat di Aula Kantor Pengadilan Agama (PA) Wamena, dilaksanaka...

PA Wamena Kembali Melepas ‘Amunisi’ Terbaiknya

“Dari secarik kertas kita bertemu, dan dengan secarik kertas pula kita berpisah”. Kira-kira kalimat ...

Sosialisasi dan DDTK Aplikasi SIPP di PA Wamena

Menindaklanjuti surat Direktur Jendaral Badan Peradilan Agama mengenai Implementasi Aplikasi Sist...

Pengantar Tugas Wakil Ketua PA Wamena menjadi Ketua PA Arso

Bertempat di Aula Pengadilan Agama Wamena, pada hari Kamis, tanggal 24 Maret 2016 dipimpin oleh Ket...

Pembinaan dan Pengawasan Reguler Tahun 2016 PTA Jayapura Pada PA Wamena

Meskipun harus menunggu hampir 5 jam diakibatkan keterlambatan penerbangan menuju Wamena, akhirnya ...

Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Wakil Ketua PA Wamena

Pada hari Kamis, tanggal 22 September 2016, Siti Hanifah, S.Ag., M.H. resmi menjabat sebagai Wakil K...

Pengawasan dan Pembinaan PTA Jayapura Pada PA Wamena Tahun 2017

Pada hari Rabu 29 Maret 2017, Pengadilan Agama (PA) Wamena kembali dikunjungi oleh tim pengawasan da...

Sidang di Luar Gedung Pengadilan Pada Distrik Walesi dan Distrik Asotipo

Guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan, khususnya masyarakat yang mengalami ...

  • Pegawai PA Wamena Turun Ke Jalan

    Senin, 25 Februari 2013 09:00
  • Pegunungan Tengah Jayawijaya

    Jumat, 01 Maret 2013 16:22
  • Menu Website

    Jumat, 01 Maret 2013 16:47
  • Bakar Batu

    Senin, 11 Maret 2013 08:58
  • Pegawai Pengadilan Agama Wamena Melepas Beban Pekerjaan

    Senin, 18 Maret 2013 14:02
  • Jum'at Bersih

    Selasa, 19 Maret 2013 09:38
  • Bekerja dan Berdo’a

    Senin, 08 April 2013 08:33
  • Pengadilan Agama Wamena Diperiksa

    Senin, 22 April 2013 14:07
  • Tim Pengawas PTA Jayapura Memasuki Gua Terpanjang Di Dunia

    Senin, 22 April 2013 14:42
  • Jantung Pegawai PA Wamena Berdetak Kencang

    Rabu, 15 May 2013 10:09
  • Agama dan Kepercayaan

    Selasa, 04 Juni 2013 10:12
  • Selamat Jalan Wamena, Selamat Datang Sorong

    Selasa, 11 Juni 2013 09:42
  • Rakerda Resmi Dibuka

    Sabtu, 15 Juni 2013 00:00
  • Kehidupan Sosial Budaya Masyarakat Pegunungan Tengah Papua

    Kamis, 20 Juni 2013 10:09
  • Rakerda Resmi Ditutup

    Jumat, 21 Juni 2013 14:37
  • Tafakur Alam Menyambut Ramadhan

    Selasa, 09 Juli 2013 16:53
  • Tadarus Ramadhan

    Sabtu, 20 Juli 2013 09:00
  • Kisah Cinta dan Rindu Bilal bin Rabah

    Senin, 10 Februari 2014 08:44
  • Tahajud Perkuat Sistem Imun Tubuh

    Senin, 10 Februari 2014 09:27
  • Pengawasan dan Pembinaan Tim PTA Jayapura Pada Pengadilan Agama Wamena

    Rabu, 22 April 2015 15:46
  • Tim Bawas Mahkamah Agung R.I berkunjung ke Pengadilan Agama Wamena

    Kamis, 07 May 2015 21:46
  • MA KEMBALI RAIH OPINI WAJAR TANPA PENGECUALIAN DARI BPK

    Senin, 15 Juni 2015 21:36
  • Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Pejabat Panitera, Sekretaris dan Kasubbag pada Pengadilan Agama Wamena

    Kamis, 31 Desember 2015 05:59
  • Rapat Evaluasi Kerja Dan Pembahasan Program Kerja Tahun 2016 Pada Pengadilan Agama Wamena

    Rabu, 06 Januari 2016 22:02
  • Pengambilan Sumpah PNS pada Pengadilan Agama Wamena

    Kamis, 28 Januari 2016 10:57
  • PA Wamena Kembali Melepas ‘Amunisi’ Terbaiknya

    Kamis, 04 Februari 2016 15:45
  • Sosialisasi dan DDTK Aplikasi SIPP di PA Wamena

    Senin, 04 April 2016 14:17
  • Pengantar Tugas Wakil Ketua PA Wamena menjadi Ketua PA Arso

    Senin, 04 April 2016 15:16
  • Pembinaan dan Pengawasan Reguler Tahun 2016 PTA Jayapura Pada PA Wamena

    Rabu, 11 May 2016 14:46
  • Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Wakil Ketua PA Wamena

    Senin, 26 September 2016 09:58
  • Pengawasan dan Pembinaan PTA Jayapura Pada PA Wamena Tahun 2017

    Jumat, 31 Maret 2017 16:49
  • Sidang di Luar Gedung Pengadilan Pada Distrik Walesi dan Distrik Asotipo

    Senin, 10 April 2017 16:09

Wakil Ketua

Banner

Hakim dan Pegawai

Please wait while JT SlideShow is loading images...
Photo Title 1Photo Title 2Photo Title 3Photo Title 4Photo Title 5

Kalender

«  Desember 2017  »
SSRKJSM
123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini1115
mod_vvisit_counterKemarin1370
mod_vvisit_counterMinggu Ini3844
mod_vvisit_counterMinggu Lalu7478
mod_vvisit_counterBulan Ini15752
mod_vvisit_counterBulan lalu32160
mod_vvisit_counterKeseluruhan3811710

Pengunjung Online

Kami punya 141 tamu online

Pengguna